Sunday, May 10, 2020

Menghadapi Pandemi Covid-19 atau Corona

Sebagaimana kita ketahui saat ini Di Indonesia atau bahkan di beberapa Negara belahan dunia sedang dilanda pandemi / wabah virus Covid-19 atau sering kita sebut juga dengan Corona virus. tak ayal karena kejadian ini sebagian besar masyarakat panik sehingga menimbulkan masalah baru yang sama bahayanya atau bahkan lebih berbahaya daripada virusnya itu sendiri.

Pada tulisan sederhana ini saya pribadi ingin mengajak teman-teman pembaca untuk membuka mata dan lebih bijak lagi dalam menyikapi permasalahan ini.

Karena apa, sejauh pengamatan saya pada lingkungan yang terbatas (tapi saya yakin ini juga berlaku dibeberapa tempat, berkat cerita dari beberapa rekan serta pemberitaan media) akibat pandemic ini untuk menyelamatkan diri dan keluarga masyarakat melakukan inisiatif seperti, menutup jalan kampung, menghentikan sama sekali aktivitas luar yang sebenarnya sangat penting, menimbun bahan makanan, bahkan memanfatkan untuk bisnis dan mengeruk untung (seperti menjual masker yang tadinya berharga Rp 70.000/box saat ini harga jualnya bisa mencapai Rp 700.000/box.


PAHAMI SEBELUM BEREAKSI


Alangkah lebih bijakjika kita memahami situasi ini sebelum bereaksi. Covid-19 memang berbahaya (menurut info dan pemberitaan) namun dampak dari pandemic ini justru jauh lebih mengkhawatirkan, apalagi dengan adanya tindakan-tindakan atau kebijakan yang diambil sepihak oleh masyarakart tanpa memperhitungkan akibatnya.


Seperti adanya penutupan jalan gang, penyemprotan disinfektan kepada warga yang hendak melintas masuk, mencurigai sesamanya tanpa dasar bukti yang kuat, sampai perlakuan tidak manusiawi terhadap korban dan keluarga yang dinyatakan positif mengidap Covid-19 (kejadian baru-baru ini di salah sartu daerah di Jawa Timur Jenazah pasien positif Covid-19 ditolak untuk dimakamkan di pemakaman kampung tersebut)

Meskipun permasalahan penolakan jenazah diatas sudah diselesaikan Pemerintah setempat dan Dinas terkait namun bukan tidak mungkin kejadian seperti ini akan terulang dan terjadi di daerah lain.
Untuk itu marilah kita pahami terlebih dahulu setiap situasi dan kondisi yang sedang terjadi.

Pasien positif Covid-19 yang meninggal dirumah sakit bisa dipastikan sudah diperlakukan dengan protokol kesehatan dan sesuai prosedur yang seharusnya, sehingga tidak perlu khawatir akan menularkan ketika dimakamkan.

Dan untuk kerabat pasien pun sudah ada prosedur seperti kita ketahui sejauh ini, jadi antisipsi, jaga jarak fisik dan sebagainya itu perlu namun jangan sampai kita kelihangan empati juga. Bisa dibayangkan sebagai sesame manusia bagaiman jika kita berada di posisi mereka?

Sejauh ini menurut data yang ada baik dari media atau beberapa dokter dan intelektual yang melakukan riset, pasien Covid yang meninggal adalah mereka yang berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit lain seperti, diabetes, jantung, asma dan sebagainya. Dan kita semua tidak pernah tau apakah pasien meninggal ini murni karena Covid atau karena adanya penyebab dari penyakit lain yang ada di tubuh pasien.


Dari data yang saya ambil dari per hari ini dari 8.882 kasus positif, yang meninggal sejumlah 743 orang. Yang kalau boleh saya menyimpulkan berarti presentase kesembuhan dari virus ini sebenarnya sangat besar.


Jadi silahkan jika ingin berasumsi bahwa Covid-19 berbahaya apalagi melihat penyebarannya yang cepat dan masiv ini.


BEREAKSI DENGAN TEPAT



Mengutip dari perkataan Mas Sabrang MDP, Didunia ini ada 3 lingkar sikap yang kita alami.
Pertama, lingkar Pengaruh dimana kita bisa mengendalikan sesuai kemampuan kita. Ibaratnya disini kita adalah menjadi sopir yang bisa membelokan kemana saja mobil kita, bisa menginjak gas sekuat apa dan bisa menginjak rem untuk berhenti kapan saja. Jadi kita perlu benar-benar memikirkan apa yang akan kita lakukan.

Kedua, lingkar kepedulian dimana kita sebagai penumpang dan tidak memegang langsung kemudi. namun kita masih bisa memberikan saran dan arahan untuk belok atau berhenti. Itupun jika terlalu banyak memberi arahan kita juga bisa ditampol sang sopir.

Ketiga, lingkar perhatian dimana kita bukan sopir, bukan juga penumpang. Kita hanya sebagai orang yang berada dijalan lalu memperhatikan sebuah mobil berisi sopir dan penumpang melintas, sehingga mungkin kita hanya bisa berkomentar dan tidak bisa memberi arahan apalagi membelokan mobil tersebut.

nah dalam kasus Corona ini, jika boleh menyimpulkan kita sebenarnnya hanya berada di lingkar perhatian paling mentok berada dilingkar kepedulian. Jadi sangat tidak efektif jika kita larut dalam kepanikan apalagi sampai kehabisan energi untuk memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak bisa kita rubah sepenuhnya.

Jadi biarkan pemerintah, Dinas dan instasi terkait yang memikirkan dan membuat kebijakan sementara kita menjalankan instruksinya sembari tetap menjalankan kewajiban pokok kita.
karena sekali lagi, wajar jika kita semua takut dan waspada terhadap corona namun akan ada masanya juga kita harus memikirkan bagaimana kita melanjutkan hidup ini.

Beruntung jika kita memiliki tabungan atau stok pangan yang melimpah, jika tidak lalu apa yang akan terjadi?
Setelah memahami sedikit penjabaran diatas seharusnya kita menjadi lebih bijak dalam mengambil sikap dan tindakan.

Karena seharusnya tak hanya Virus Covid-19 yang perlu kita waspadai namun dampak wabah ini juga harus diperhatikan. bahkan nanti ketika wabah ini berakhir dan dinyatakan aman sekalipun.
Lihatlah sekarang banyak saudara-saudara kita yang malah mengambil keuntungan dari situasi ini. Seperti saya kemukakan diawal Masker yang biasanya dijual dengan harga berapa, kini di mark up sampai berapa? Dan bukan tidak mungkin ini akan berlaku untuk produk lainnya, seperti pangan, pakaian, bahan kebutuhan sehari-hari dan juga segala hal yang menunjang aktivitas dan pekerjaan kita.

Dan itu tak hanya di sebabkan oknum nakal saja, namun masyarakat yang terjangkit panic buying secara tidak sadar juga ikut andil dalam masalah ini.
Jadi untuk anda yang berprofesi sebagi penjual, pebisnis atau apalah silahkan melakukan pekerjaan anda namun jangan terlalu tamak dan mengambil keuntungan yang tidak manusiawi dari barang yang anda jual. Meskipun kesempatan itu terbuka lebar untuk anda yang saat ini memiliki stok masker atau bahan lain yang saat ini memang sangat dibutuhkan dan dicari.

Selain itu kepada saudara jika ingin berbelanja dan menyetok bahan silahkan. Apalagi jika niatnya untuk mendukung kebijakan pemerintah dengan mengurangi aktivitas diluar rumah. namun sewajarnya saja, Saudara kita diluar juga butuh itu, mereka butuh makan serta perlengkapan kesehatan juga. Apakah kita tega? Dan apakah kita juga berniat hidup sendiri, ketika saudara kita itu nantinya menjadi kelaparan atau kekurangan perlengkapan kesehatan akibat ditumbun oleh segelintir orang egois yang hanya memikirkan perutnya dan keluarganya sendiri?

Saya yakin tidak. Karena pasti keinginan kita semua adalah wabah ini segera berakhir dan kondisi adem, ayem tentrem sehingga kita bisa beraktivitas seperti dulu.

SEDIKIT KESIMPULAN


Virus Covid-19 atau Corona ini memang berbahaya dan terbukti menyita perhatian kita bersama, namun kita juga wajib memperhintungkan serta mewaspadai dampak-dampak dari kondisi ini.

Kita harus memutus rantai penyebarannya namun kita juga wajib bertindak untuk menyambung hidup kita. Jangan berlarut-larut dalam kepanikan mari kita cari solusi demi masa depan kita.

Mempersiapkan bekal sangat perlu, namun bukan berarti kita harus mengambil secara berlebihan keperluan kita itu, pikirkan nasib saudara kita juga. Ingat musuh kita adalah Virus bukan sesama kita. Maka ayo saling bahu membahu berkontribusi sebisa kita.

Jika semua hal sudah kita lakukan, maka saatnya kita tawakal berserah terhadap kehendak yang Maha kuasa serta tetap melakukan aktivitas-aktivitas yang positif untuk kebaikan diri kita dan keluarga.