Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dan persyaratannya

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS ketenagakerjaan adalah salah satu program jaminan sosial dari pemeritah Indonesia yang ditujukan untuk masyarakat khususnya para pekerja.

Dikutip dari Website resminya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang bertugas melindungi seluruh pekerja melalui 4 program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Visi
Menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kebanggaan Bangsa, yang Amanah, Bertata kelola Baik serta Unggul dalam Operasional dan Pelayanan.

Misi
Melalui Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen Untuk :

Melindungi dan Menyejahterakan seluruh pekerja dan keluarganya
Meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja
Mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian nasional

cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan
Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Syarat untuk mencairkan BPJS TK

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah(PP) No 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 september 2015 menyatakan bahwa saldo JHT bisa diambil 10%, 30% bahkan 100%.

Pencairan BPJS ketenagakerjaan bisa Anda lakukan baik secara offline (lansung ke kantor) juga secara online. dengan syarat Anda sudah mencapai usia pensiun, mengundurkan diri dari pekerjaan (resign), Habis masa kontrak, mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ataupun masih bekerja di perusahaan saat ini.

Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 10% dan 30% bisa dilakukan hanya untuk peserta yang masih bekerja dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun, pencairan hanya boleh dipilih salah satu, 10% atau 30% saja, tidak bisa dua-duanya.
10% untuk dana persiapan pensiun, sedangkan yang 30 persen untuk biaya perumahan.
Setelah melakukan salah satu pencairan 10% atau 30% pencairan berikutnya yang bisa dilakukan adalah pencairan 100% setelah keluar dari pekerjaan.
Sementara untuk mencairkan saldo JHT sampai 100% hanya diperuntukan untuk peserta yang sudah tidak lagi bekerja(keluar, resign atau PHK), saldo bisa langsung peserta cairkan setelah menunggu 1 bulan sejak Anda keluar dan tidak bekerja sama sekali.

Dokumen untuk mencairkan BPJS ketenagakerjaan


Dokumen Persyaratan yang Diperlukan untuk Mencairkan JHT atau BPJS Ketenagakerjaan
Pada dasarnya dokumen persyaratan untuk keperluan pencari
an dana BPJS Ketenagakerjaan hanya berupa beberapa data pribadi yang sudah difotokopi, yaitu:

Fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu yang asli
Fotokopi KTP beserta menunjukkan aslinya
Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta yang aslinya.
Fotokopi Buku Rekening
Fotokopi Paklaring serta menujukan Aslinya

Masalah dan solusi dalam mencairkan BPJS Tk

Sebelum Anda mencairkan BPJS ketenagakerjaan, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui terlebih dahulu, diantaranya ;

Pencairan JHT/BPJS Ketenagakerjaan 100% tidak bisa dicairkan tanpa adanya paklaring (surat pengalaman/berhenti kerja). paklaring bisa Anda dapatkan dari perusahaan yang sudah Anda tinggalkan tersebut, jika perusahaan sudah tidak ada maka bisa meminta ke disnaker ditempat Anda bekerja.
Pastikan Data pada KTP Anda sama dengan data Kartu Keluarga (KK). jika terdapat perbedaan Anda bisa meminta surat keterangan koreksi kesalahan dari kelurahan setempat.
Untuk pengambilan Saldo JHT tidak bisa diwakilkan. jika seorang peserta cacat total pencairan harus disertai surat kuasa, terkecuali untuk peserta yang meninggal dunia.
Untuk mencairkan BPJS ketenagakejaan Anda harus memiliki kartu kepersetaan. namun jika kartu BPJS Anda hilang, untuk mencairkan saldo JHT BPJS, Anda harus mengurus surat pengganti kartu peserta yang hilang. dengan cara membuat surat keterangan hilang dari kepolisian serta mencantumkan no Kartu Peserta BPJS di dalam surat keterangan hilang tersebut.

Pajak untuk penarikan BPJS ketenagakerjaan

dalam Pencairan BPJS Ketenagakerjaan 10% dan 30% peserta akan dikenakan pajak progresif dengan jumlah presentase:
Saldo < Rp 50 juta dikenakan pajak sebesar 5%
Saldo Rp 50 – 250 juta dikenakan pajak sebesar 15%
Saldo Rp 250 – 500 juta dikenakan pajak sebesar 25%
Saldo > Rp 500 juta dikenakan pajak sebesar 30%

Baca Juga ; Pengalaman mencairkan BPJS TK di kampung

Kesimpulan

Cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan ini dapat dilakukan baik secara offline (langsung datang ke kantor BPJS Tk) maupun secara online (melalui website BPJS TK)
Jika Anda berniat untuk mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

Pastikan Anda telah memiliki semua dokumen seperti yang sudah disebutkan diatas beserta dengan beberapa lembar fotokopinya.
Sebagai persiapan, bawalah alat tulis untuk mengisi formulir (meskipun biasanya sudah disiapkan)
Siapkan juga foto ukuran 3×4 dan 4×6 beberapa lembar untuk berjaga-jaga (ini berlaku di beberapa Cabang)
Jika Anda perantau, Anda bisa memilih mencairkan di kantor BPJS terdekat atau sesuai domisili, namun berdasarkan pengalaman lebih mudah dan cepat mencairkan BPJS ini di kampung halaman yang tidak banyak antriannya.
Datang pagi untuk mengantri dari awal jika Anda tidak mau mengurus secara online, di beberapa tempat seperti cikarang, bekasi bahkan ada yang sudah mulai mengantri dari jam 3 pagi.

Itulah beberapa hal yang bisa Admin Pria Terhormat ID bagikan, terkait cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan pada kesempatan kali ini. cara ini berdasarkan pengalaman pribadi dan juga hasil sharing bersama teman-teman yang sudah pernah mencairkan saldo BPJS ketenagakerjaan. jika teman-teman memiliki pertanyaan atau pengalaman lain terkait cara mencairkan saldo BPJS ketenagakerjaan baik secara Offline (langsung) maupun Online (melalui website) silahkan ditulis dikolom komentar.

0 Response to "Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dan persyaratannya"

Post a Comment